
JUDUL - INTRODUKSI - STUDI TASAWUF - AKSI SOSIAL
Sufi adalah guru spiritual tingkat tinggi dalam
Islam, yang salah satu tugasnya adalah menjaga dan meneruskan ilmu yang mendalam dan
tersembunyi dari Kitab Suci Al-Qur'an. Bagi kaum Sufi, tujuan utama dalam hidup adalah
mengambil alih kemenejeran Allah di Bumi.
Pelayanan para Sufi kepada umat manusia merupakan sesuatu yang sangat penting,
sebagaimana sifat Rahman dan Rahim-Nya. Salah satu bentuk pelayanan adalah
menyembuhkan mereka yang sakit dengan metoda Penyembuhan Sufis (dalam bahasa
Inggris disebut Sufi Healing).
Dilihat dari displin spiritual, Allah menurunkan penyakit kepada manusia dalam tiga jenis,
yaitu penyakit sebagai cobaan, penyakit yang disebabkan perbuatan masa silam, dan
penyakit pengantar ajal.
Penyakit pengantar ajal tidak dapat disembuhankan oleh manusia. Sedangkan yang lainnya
masih dapat diusahakan kesembuhannya oleh manusia.
Di dunia ini dikenal empat macam metoda penyembuhan :
Tiga metoda penyembuhan yang pertama, penyembuhan dilakukan dengan mendeteksi
penyebab penyakit, baik penyebab medis maupun nonmedis. Kemudian dengan
menggunakan kaidah-kaidah ilmiah mencari dan mendapatkan sesuatu yang dapat
menjinakkan atau mematikan penyebab penyakit tersebut. Sedangkan metoda penyembuhan
Power Spiritual tidak berurusan dengan penyebab penyakit tetapi dilakukan dengan cara
berkomunikasi dengan Sang Penyebab penyakit, yaitu sebagai sebab dari segala sebab.
Sebagian orang juga mencari kesembuhan dengan pergi ke dukun atau tukang sihir.
Kebanyakan dari mereka menggunakan bantuan jin atau makhluk halus untuk menyembuhkan
penyakit. Cara tersebut tak dapat disamakan dengan metoda Penyembuhan Sufis yang sama
sekali bebas dari campur tangan jin atau makhluk halus lain.
Penyembuhan Sufis adalah terapi penyembuhan cara Islami yang telah dipraktekkan oleh
para Sufi sejak ratusan tahun lalu. Prinsip dasar dalam Penyembuhan Sufis adalah bahwa
kesembuhan hanya datang dari Allah yang Maha Penyembuh. Para Sufi hanya bertindak
sebagai perantara. Bukankah virus, bakteri, amuba, jamur, bibit penyakit lainnya, dan
penyebab nonmedis (sihir, tenung, santet, dll) juga makhluk Allah yang bisa diajak
berunding?
Metoda Penyembuhan Sufis berasal dari Kitab Suci Al-Qur'an dan dari Sunah Rasullah
Muhammad SAW. Para Sufi menggunakan empat cara dalam menyembuhkan penyakit, yaitu
dengan melakukan sholat dan doa, dengan obat-obatan tradisional, melakukan amalan tertentu, atau melalui benda tertentu.
Sholat merupakan ritual ibadah yang wajib dilakukan oleh umat Islam. Tujuan
utama dari ibadah adalah untuk mendekatkan diri kepada Allah, namun ibadah juga dapat
memberikan kekuatan ruhani dan menyelaraskan fisik, mental, emosi dan ruhani, yang dapat
memberikan efek penyembuhan bila dilakukan dengan semestinya.
Obat-obatan dapat berupa ramuan-ramuan yang dimakan, terapi aroma, atau terapi lainnya yang dipraktekkan dalam penyembuhan pasien tergantung dari kondisi
mental dan fisiknya.
Amalan yang dilakukan dalam penyembuhan biasanya berupa puasa dan zikir.
Selain puasa wajib bagi kaum Muslim pada bulan Ramadan, puasa sunah atau tambahan dapat dilakukan pada bulan-bulan yang lain. Puasa selain dapat meningkatkan
spiritual bila dilakukan semestinya, juga dapat memberikan efek yang baik pada kesehatan
tubuh.
Zikir, atau mengingat Allah, juga dipraktekkan dalam penyembuhan penyakit mental maupun
fisikal. Zikir dilakukan dengan menyebut Nama Allah atau ayat suci Al-Qur'an dalam
jumlah tertentu dan di waktu tertentu. Baik secara sendiri maupun bersama-sama dalam
suatu majelis yang dipimpin seorang guru Sufi.
Cara lain yang dilakukan adalah dengan menggabungkan penggunaan Nama Allah, ayat suci,
dan doa melalui cara yang unik dan kompleks. Formula tersebut kemudian dituliskan di atas
kertas, tulang, atau kulit, yang kesemuanya disebut wifik.
Wifik tersebut kemudian dicelupkan ke dalam air minum pasien, atau dikalungkan, atau dipendam dalam tanah. Formula tadi dapat juga diucapkan dengan mulut atau dalam hati, atau dengan bermacam cara lain.
Formula tersebut dapat digunakan untuk menyembuhkan tidak hanya penyakit fisik dan mental, namun juga untuk mengatasi masalah keluarga, finansial, atau sosial.
Penyembuhan Sufis seperti ini memakai kekuatan malaikat-malaikat Allah hanya bisa untuk
maksud yang konstruktif, bukan seperti praktek sihir dan tenung yang menggunakan bantuan
jin atau makhluk halus lain yang bisa dipakai mencapai sesuatu yang destruktif.
Demikianlah pengantar sekilas mengenai Penyembuhan Sufis dalam homepage yang singkat ini.
Informasi lanjutan yang lebih mendalam mengenai Penyembuhan Sufis atau Tasawuf
dapat diperoleh dari referensi berikut :
Shaykh Hakim Moinuddin Chishti. The Book of Sufi Healing. New York: Inner
Traditions International, Ltd., 1985.
Syaikh Abdul Qadir Jailani. Menyingkap Rahasia Kekasih Allah. (terjemahan
Indonesia) Solo: Ramadhani, 1995.
Imam Al Ghazali. Ihya Ulumiddin. (sudah diterjemahkan dalam bahasa
Indonesia).
Al-Hujwiri. Kasyful Mahjub. (terjemahan Indonesia) Bandung: Mizan, 1992.
Muhammad Zuhri. Qasidah Cinta (kumpulan puisi sufi). Bandung: Pustaka,
1992.
Idries Shah. The Way of The Sufi. London: The Penguin Books, 1974. (sudah
diterjemahkan dalam bahasa Indonesia).
Annemarie Schimmel. Mystical Dimensions of Islam. The Univ. of North
Carolina Press, 1975. (sudah diterjemahkan dalam bahasa Indonesia).
Martin Lings. What is Sufism? Allen and Unwin, 1975. (sudah diterjemahkan
dalam bahasa Indonesia).
PERAWATAN AIDS - PENYEMBUHAN SUFIS - MUHAMMAD ZUHRI
HOMEPAGE SUFI - HOMEPAGE AIDS - ENGLISH