Bismillahirrahmanirrahim

SECAWAN ANGGUR CINTA

Oleh: Muhammad Zuhri

 

Telah menjadi kodrat Allah bahwa makhluk yang diciptakan-Nya sekaligus merupakan medan pengejawantahan sifat-sifat-Nya. Setiap sesuatu memiliki keindahan yang unik karena mendapat pancaran dari sifat Jamaliah Allah. Keindahan ini tampil di depan manusia sebagai suatu nilai. Ada empat nilai yang dipancarkan dari sifat Jamaliah Allah :

  1. Nilai yang memancar dari Af’alullah adalah estetika.
  2. Nilai yang memancar dari Asmaullah adalah logika.
  3. Nilai yang memancar dari Sifatullah adalah etika.
  4. Nilai yang memancar dari Zatullah adalah otoritas (kewenangan).

Rekayasa Allah dalam memanggil kembali semua miliknya lewat dorongan cinta mewujudkan sebuah evolusi spiritual yang ditempuh oleh para rasul-Nya (lihat Peta Rububiyah dalam Qasidah Cinta, 1993, Pustaka, Bandung). Mengamati kemudian melacak jejak Rasul dalam meniti jenjang cinta adalah pilihan yang paling prima. Perolehan Muhammad SAW dalam perjalanan suci tersebut merupakan sifat agung beliau yang diwariskan kepada pengikut-pengikut beliau sampai akhir jaman. Sifat-sifat itu adalah :

  1. Siddiq (Jujur)
  2. Amanah
  3. Tabligh
  4. Fathonah

Empat sifat itulah yang mesti ditumbuhkan di dalam diri untuk dapat bercinta seindah-indahnya, untuk dapat hidup dengan semulia-mulianya, dan untuk bermaujud seotentik mungkin. Karena masalah cinta adalah masalah maujud, masalah berbakti atau beribadah dan masalah berasyik masyuk dengan kehidupan ini, dengan Allah. Tidak ada cara lain yang lebih asyik dan alwi di dalam memenuhi lambaian cinta, mengepakkan sayap kehidupan, dan menjadi pasangan sebagaimana adanya, seorang yang dicintai. Subhanallah!

Tabloid HIKMAH, edisi Minggu IV - Mei 1994



Kembali ke
Karya Tulis Pak Muh